- Back to Home »
- Istri-istri Teladan Dalam Islam
Posted by : Unknown
Selasa, 26 Agustus 2014
Khadijah
Binti Khuwailid
Tatkala Nabi SAW mengalami rintangan
dan gangguan dari kaum lelaki Quraisy, maka di sampingnya berdiri dua orang
wanita. Kedua wanita itu berdiri di belakang da'wah Islamiah, mendukung dan
bekerja keras mengabdi kepada pemimpinnya, Muhammad SAW : dialah Khadijah bin
Khuwa-ilid dan Fatimah binti Asad. Oleh karena itu Khadijah berhak menjadi wanita
terbaik di dunia.
Bagaimana tidak menjadi seperti itu,
dia adalah Ummul Mu'minin, sebaik-baik isteri dan teladan yang baik bagi mereka
yang mengikuti teladannya.
Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang
nyaman bagi Nabi SAW sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya
ketika merenung di Gua Hira'. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman
kepadanya ketika Nabi SAW berdoa (memohon) kepada Tuhannya. Khadijah adalah sebaik-baik
wanita yang menolongnya dengan jiwa, harta dan keluarga. Peri hidupnya harum,
kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya sarat dengan kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah
beriman kepadaku ketika
orang-orang
ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku
dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa."
Kenapa kita bersusah payah mencari
teladan di sana-sini, pada-
hal di
hadapan kita ada "wanita terbaik di dunia," Khadijah binti Khu-
wailid,
Ummul Mu'minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan suami dan
membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat menjadi Nabi dan meneguhkan
serta membenarkannya.
Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya, dan
membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga.
Maka Allah
SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan sebaik-baik balasan dan
memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam istananya, sebagaimana yang
diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hidupnya.
Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi
SAW, dia berkata :"Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa
sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu,
sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya
tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan
tidak ada kepayahan." [HR. Bukhari dalam "Fadhaail Ashhaabin Nabi SAW.
Imam Adz-Dzahabi berkata :"Keshahihannya telah disepakati."]
Bukankah istana ini lebih baik daripada
istana-istana di dunia,
hai,
orang-orang yang terpedaya oleh dunia ?
Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita pertama
yang bergabung
dengan
rombongan orang Mu'min yang orang pertama yang beriman kepada Allah di bumi
sesudah Nabi SAW. Khadijah r.a. membawa panji bersama Rasulullah SAW sejak saat
pertama, berjihad dan bekerja keras. Dia habiskan kekayaannya dan memusuhi
kaumnya. Dia berdiri di belakang suami dan Nabinya hingga nafas terakhir, dan
patut menjadi teladan tertinggi bagi para wanita.
Betapa tidak, karena Khadijah r.a.
adalah pendukung Nabi SAW
sejak awal
kenabian. Pada saat Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepada Nabi SAW pertama kali di
sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat ayat Kitab yang
mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian dia menampakkan diri di
jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri
sehingga Nabi SAW melihatnya, lalu dia berhenti, tidak maju dan tidak mundur.
Semua itu terjadi ketika Nabi SAW berada di antara jalan-jalan gunung dalam
keadaan kesepian, tiada penghibur, teman, pembantu maupun penolong. Nabi SAW tetap dalam sikap yang demikian itu
hingga malaikat meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada Khadijah dalam
keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya, Khadijah berkata
:"Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah, aku telah mengirim
beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah,
kemudian
kembali kepadaku." Maka Rasulullah SAW menceritakan kisahnya kepada
Khadijah r.a. Khadijah r.a. berkata
:"Gembiralah dan teguhlah, wahai, putera pamanku. Demi Allah yang
menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini."
Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali peneguhan bagi hatinya,
penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi urusannya. Nabi SAW tidak pernah
mendapatkan darinya (khadijah) sesuatu yang menyedihkan, baik berupa penolakan,
pendustaan, ejekan terhadapnya atau penghindaran darinya. Akan tetapi Khadijah
melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan
urusannya. Demikian hendaknya wanita ideal.
Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah
SWT telah mengirim salam
kepadanya.
Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasul SAW seraya
berkata kepadanya :"Sampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhannya.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda :"Wahai Khadijah, ini Jibril menyampaikan
salam kepadamu dari Tuhanmu." Maka Khadijah r.a. menjawab :"Allah yang
menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam (kesejahteraan), dan
kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan)."
Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang
tidak diperoleh seorang pun di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama
masuk Islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a.
pada saat pertama lebih agung dan lebih
besar daripada semua sikap yang mendukung da'wah itu sesudahnya. Sesungguhnya
Khadijah r.a. merupakan nikmat Allah yang besar bagi Rasulullah SAW. Khadijah
mendampingi Nabi SAW selama seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau
gelisah, menolongnya di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan
risalahnya, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan
menolong-
nya dengan
jiwa dan hartanya.
Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah
beriman kepadaku ketika orang orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika
orang-orang mendustakan. Dan dia memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang
tidak memberiku apa apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan
bagiku anak dari selain dia." [HR. Imam Ahmad dalam
"Musnad"-nya, 6/118]
Sumber : http://www.sunnah.org/history/Sahaba/Indon/khadijah2.html
Diketik oleh: Hanies Ambarsari.