- Back to Home »
- KEUTAMAAN MENIKAH
Posted by : Unknown
Rabu, 13 Agustus 2014
Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda,
Artinya:
"Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah!"
Mendengar sabda Rasulullah para shahabat
keheranan dan bertanya:
"Wahai
Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan
mendapat pahala?"
Nabi
shallallahu alaihi wa sallam menjawab:
"Bagaimana
menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya,
bukankah mereka berdosa?"
Jawab para shahabat:
"Ya,
benar". Beliau bersabda lagi: "Begitu pula kalau mereka bersetubuh
dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala!".
[Hadits Shahih Riwayat Muslim 3:82, Ahmad 5:1167-168 dan Nasa'i dengan sanad
yang Shahih].
Itulah cara Islam menjaga harkat
dan martabat manusia agar tak menjadi hina. Bagi Islam, lebih mulia pulang ke
rumah untuk menyenangkan suami daripada berada di jalanan dengan pria/wanita
bukan muhrim dan tidak halal. Dan yang terpenting lagi dalam pernikahan bukan
hanya sekedar dapetin anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang
berkualitas, yaitu mencari anak yang shalih dan bertaqwa kepada Allah. Coba dah
dibayangin aja kalo semua orang boleh bebas memilih dan wanita boleh tidur
dengan siapa saja yang ia pilih tanpa ada ikatan pernikahan dan komitmen kepada
Allah SWT. Rasanya jauh dari harapan untuk bisa keluar dari rahimnya anak-anak
yang sholeh yang kelak bisa membawa agama ini untuk kemaslahatan dunia dan
seisinya.
Penghargaan Islam terhadap ikatan
perkawinan besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan
separuh agama.
Anas bin Malik radliyallahu 'anhu
berkata, bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Artinya;
“Barangsiapa
menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia
bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi." [Hadist
Riwayat Thabrani dan Hakim]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam menguatkan janji Allah itu dengan sabdanya, Artinya:
“Ada tiga
golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi
sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang
menikah karena ingin memelihara kehormatannya." [Hadits Riwayat Ahmad 2 :
251, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits No. 2518, dan Hakim 2 : 160 dari
shahabat Abu Hurairah radliyallahu 'anhu].
sumber: yusuf mansur network