- Back to Home »
- keutamaan menikah dalam Al-Qur'an
Posted by : Unknown
Rabu, 13 Agustus 2014
Ternyata menikah itu adalah satu
di antara sekian amalan yang dilakukan para nabi dan rasul. Tidak ada
seorang nabi pun yang diutus melainkan Allah
memberinya seorang istri
dan juga keturunan.
FirmanNya:
“Dan
Sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami
memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan.”(QS. ar-Ra’du: 38).
Imam ath-Thabary dalam tafsirnya menyebutkan bahwa
Allah tidak menjadikan para nabi
dan rasul seperti malaikat.
Mereka makan,
minum dan menikah serta memiliki keturunan. Ketika ada seseorang yang bertekad
untuk beribadah terus menerus dan tidak mau menikah, Rasulullah
saw. menegurnya dan mengatakan:
وَاللَّهِ
إِنِّى لأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ ، لَكِنِّى أَصُومُ وَأُفْطِرُ ،
وَأُصَلِّى وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى
فَلَيْسَ مِنِّى
“Demi Allah!
Sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling
bertakwa di antara kalian, akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat
dan aku tidur, aku menikahi para wanita, siapa
saja yang berpaling dari sunahku maka bukan golonganku.”(HR. Bukhari).
Karenanya dalam ajaran Islam
tidak ada tempat bagi tabattul, membujang dengan maksud untuk beribadah
kepada Allah. Rasulullah
saw. telah melarang tabattul dengan larangan yang tegas. Bahkan menikah itu
sendiri merupakan anjuran dari Allah SWT. dan RasulNya. Allah memerintahkan
kaum pria untuk menikahi wanita yang baik yang mereka sukai.
“Nikahilah
wanita-wanita (lain) yang kamu senangi”
(QS.
an-Nisa: 3).
Tentu saja Allah menjanjikan bantuan dan
pertolonganNya pada orang-orang yang mengerjakan amal istimewa ini.
Di antaranya orang yang menikah itu telah memiliki ikatan yang kaut
(mitsaqan ghalidzan) yang setara dengan ikatan para nabi dan rasul kepada Allah
SWT. FirmanNya:
“…sebagian
kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri.
dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu Perjanjian yang kuat.”(QS. an-Nur: 21).
Jadi sungguh amat luar biasa. Akad nikah yang pernah
kita lakkukan ternyata setara dengan komitmen para nabi dan rasul. Lalu yang
tak kalah penting, Allah SWT. menjanjikan limpahan rizki bagi siapa
saja yang melangsungkan pernikahan. FirmanNYa:
“Dan kawinkanlah
orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin)
dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.
jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah
Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.”
(QS. an-Nur:
32).
Sungguh beruntung dan luar biasa orang-orang yang
telah menikah. Sudahlah disejajarkan dengan para nabi dan rasul, dijanjikan
pula rizki yang berlimpah.
Subhanallah! Bagi belum menikah, jangan tunda lagi karunia ini. Pantaskan
diri untuk mendapatkan keberlimpahan berkah dan rizki melalui pernikahan. Bukan
dengan berpacaran atau bebas dalam pergaulan.
Sumber :
http://www.cintaquran.com/keutamaan-menikah-dalam-al-quran.htm